Kerinci – Waspadai letusan gunung kerinci, Bupati Adirozal minta izinkan bangun jalur evakuasi ke Pemerintah Pusat. Sebanyak lima desa di Kabupaten Kerinci disebut bakal menjadi kawasan paling terdampak. Sejauh ini, tidak ada jalur evakuasi di desa tersebut.
Lima desa tersebut adalah Desa Pesisir Bukit, Gunung Tujuh, Pasir Jaya, Pauh Tinggi yang ada di Kecamatan Gunung Tujuh. Lalu Desa Sungai Rumpun di Kecamatan Kayu Aro.
Bupati menyampaikan bahwa jika terjadi letusan maka lima desa tersebut akan terkurung, Sabtu (14/1). Lima desa merupakan desa terdekat dengan puncak gunung tertinggi di Sumatera tersebut.
Beberapa hari terakhir ada peningkatan aktivitas di Gunung Kerinci. Atap Sumatera tersebut beberapa kali erupsi dengan memuntahkan abu vulkanik. Jumat (13/1) lalu, gunung api tertinggi di Asia Tenggara ini mengeluarkan abu dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter.
Sementara Minggu (15/1) menurut Petugas Pemantau Gunung Kerinci, Irwan tidak terpantau abu vulkanik dari kawah Gunung Kerinci karena puncak gunung tertutup awan tebal.
Untuk meningkatkan kewaspadan, Pemerintah Provinsi Jambi serta Pemerintah Kabupaten Kerinci dan pihak terkait melakukan apel kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Kerinci.
Apel siaga yang digelar di kawasan PTPN VI Kayu Aro ini dipimpin oleh Gubernur Jambi Al Haris yang dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Jambi, Bupati Kerinci Adirozal, Wali Kota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen Supriono, Kepala BPBD Kerinci Darifus serta Forkopimda Kerinci.
Saat apel siaga disinggung perlunya jalur evakuasi. Menurut Bupati Kerinci, Adirozal permintaan pembukaan jalur evakuasi telah disampaikan kepada pemerintah pusat, tinggal menunggu izin pembukaan jalus evakuasi.
“Kami minta diizinkan ke pemerintah pusat untuk pembukaan jalur evakuasi, karena ada 5 desa yang terkurung dan jauh sekali bila terjadi letusan Gunung Kerinci. Untuk itu kami juga mohon pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jambi memberikan arahan dan petunjuk kepada kami,” kata Adirozal.
Adirozal menjelaskan, ada sekitar 80 ribu jiwa di tiga kecamatan di wilayah Kayu Aro yang akan terkena dampak bila terjadi letusan Gunung Kerinci.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, “Ya, terkendala izin dari TNKS, tapi kita sudah ambil langkah-langkah. Saya juga akan berbicara dengan Pak Presiden mengenai hal ini,” ungkapnya. (Elda)

