Poso – Festival Megalitik Tampo Bada ke-2 Tahun 2026 resmi dimulai di Lapangan Bumi Jambu, Desa Gintu, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Senin (7/9/2026).

Pembukaan dilakukan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Poso Alfred Suangga, S.T., M.Si., mewakili Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM. Sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, pelaku seni dan budaya, kepala desa, pemuda serta masyarakat turut hadir.

Festival yang berlangsung 7–9 September 2026 ini mengangkat kekayaan budaya dan warisan megalitik Tampo Bada melalui rangkaian kegiatan seni, tradisi adat, olahraga tradisional hingga edukasi cagar budaya.

Dalam sambutan Bupati Poso yang dibacakan Alfred, festival disebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan leluhur sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.

Kawasan Tampo Bada dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan masyarakat. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menjaga keberadaan situs megalitik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat.

Hari pertama festival diisi penjemputan tamu secara adat Bada, karnaval budaya yang melibatkan 14 desa, kunjungan stand miniatur desa, lomba busana adat tingkat TK/PAUD serta pertunjukan cerita rakyat bertema cagar budaya.

Agenda berlanjut Selasa (8/9/2026) dengan berbagai olahraga tradisional seperti Motela, Mologo dan Mangimbo, wawancara Uto Ite Tampo Bada tingkat dewasa serta Grand Final Audisi Uto Ite Tampo Bada.

Pada hari terakhir, Rabu (9/9/2026), peserta akan mengikuti jelajah situs megalitik tingkat SMA sebelum festival ditutup melalui tradisi Ma’ande Pare atau Modulu-dulu.

Pemerintah Kabupaten Poso mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, persatuan serta kelestarian lingkungan selama pelaksanaan festival.

Festival Megalitik Tampo Bada ke-2 diharapkan mampu menjadi salah satu ikon wisata budaya Poso sekaligus memperkuat pelestarian tradisi masyarakat Bada dan membuka peluang ekonomi melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.