Rokan Hilir – Seorang petani di Kepenghuluan Parit Aman, sampaikan keluhannya bahwa dalam setiap bercocok tanam padi tidak pernah merasakan panen raya yang memuaskan, (18/12/2022).

Petani yang sempat di wawancarai awak media Titahnews.Com mengatakan, “setiap panen kami tidak pernah mendapatkan hasil yang memuaskan, karena tidak pernah mendapat bimbingan dari Dinas Pertanian melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL),” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan bahwa selama ini petugas penyuluh lapangan hanya lakukan sebatas pertemuan terkait akan ada pembagian bantuan. Sementara pihaknya mengharapkan adanya penyuluhan bagi petani yang selama ini kurang mengerti cara mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

“Kami ini petani kecil sedang berusaha meningkatkan hasil panen padi, tentu saja dalam kondisi ini dibutuhkan perhatian dan kehadiran pemerintah di Kampung Parit Aman”, kata petani yang tidak mau disebutkan namanya.

“Sebagai petani kami ingin sekali diberi arahan dan bimbingan, bagaiman cara mengatasi supaya pertumbuhan padi subur dan tidak terganggu oleh hama gulama yang merusak tanaman padi, dan dengan kondisi tanah di sini pupuk apa yang harus kami pakai,” ucapnya lagi.

Bukan hanya itu, petani juga masih buta dengan cara penyemprotan dan mengatasi air hujan. “Jika musim hujan akan mengakibatkan banjir, ini juga faktor gagal panen,” pungkasnya.

Kadis Pertanian Rohil menanggapi

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir DEDI ketika di konfirmasi di ruang kerjanya yang saat itu didampingi Kepala Bidang (KABID) Sarana dan Prasanan bernama Alam mengatakan selama ini tidak pernah tau keluhan masyarakat dan tidak ada yang melaporkan. Tidak mau melanjutkan wawancara, Kadis minta awak media koordinasi kepada Kabid, “maaf kami mau ada rapat,” tutupnya Rabu (14/12/2022) pukul 10,30 WIB.

Diketahui tahun 2021ada kegiatan proyek penangnggulan yang sangat besar, tentunya pengawasan dari Dinas Pertanian. Anggaran tersebut bersumber APBN melalui Dinas Pertanian. Anggaran mencapai 5 Miliar tersebut diduga tidak bermanfaat. Proyek tersebut mangkak dan hanya jadi perlintasan borang-borang.

Salah seorang warga mengatakan, “aneh Kadis Pertanian tidak tau dengan keluhan petani,” ujarnya.

“Kalau tidak tau berarti Kadis Pertaniat idak pernah menjalankan tugas sesuai bidang dan pungsi dijabatnya,” katanya kesal.

“Harapan para petani n tambahnya, bukan hanya sebatas bantuan dan bantuan yang diberikan,” yang dinilai itu kurang tepat sasaran bagi Petani, kami sebagai petani sangat sangat berharap dan Memohon sangat Sangat kepada bapak,” Bupati Afrijal Sintong S I p. dan Wakil Bupati H.Sulaiman. agar supaya tau” bagaimana Tugas dan Pungsi dinas pertanian yang selama ini Membidangi Pertanian ,melalui Bidang Sarana dan Prasarana di pertanian,” pungkasnya.

Warga berharap Bupati dapat mendengarkan keluhan warga, karena setiap pilkada harapan warga kepada Bupati terpilih adalah untuk kesejahteraan dan kemakmurannya. (Legiman)