Dairi | Titahnews.com
Polres Dairi berhasil mengungkap 29 kasus tindak pidana narkotika dengan menangkap 38 tersangka selama periode April hingga Juni 2026. Keberhasilan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Dairi, Selasa (30/6/2026).
Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil kinerja jajaran Satresnarkoba selama triwulan kedua tahun 2026.
“Untuk hasil triwulan kedua yang dimulai dari April hingga Juni, terdapat 29 kasus yang berhasil kami ungkap dengan total 38 tersangka yang berhasil diamankan,” ujar Otniel.
Selain itu, Kapolres mengungkapkan bahwa selama enam bulan terakhir, yakni periode Januari hingga Juni 2026, Polres Dairi telah mengungkap sebanyak 52 kasus narkotika dengan total 70 tersangka yang diamankan.
Dari seluruh pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 49,72 gram sabu, 843,69 gram ganja, 15 batang tanaman ganja, serta satu butir pil ekstasi.
Menurut Otniel, sebagian besar barang haram tersebut berasal dari luar wilayah Kabupaten Dairi, terutama dari Kota Medan dan Provinsi Aceh.
“Kabupaten Dairi merupakan daerah lintasan, sehingga sebagian besar barang terlarang yang masuk berasal dari Medan maupun Aceh. Namun, mayoritas berasal dari Medan,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, para tersangka yang diamankan memiliki peran yang beragam, mulai dari pengguna, kurir hingga pengedar narkotika.
“Masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda, ada sebagai pemakai, kurir, dan ada juga sebagai pengedar,” tegasnya.
Ia juga menyebut rentang usia para tersangka bervariasi, mulai dari 18 tahun hingga 50 tahun. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba dengan memberikan informasi kepada kepolisian.
“Apabila masyarakat menemukan aktivitas yang mencurigakan terkait narkoba, silakan segera melapor melalui layanan Call Center 110. Layanan tersebut bebas pulsa. Mari kita manfaatkan bersama untuk memberantas peredaran narkoba,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.